Sunday, December 16, 2012

I Still Miss You

Sudah lama rasanya saya tidak menuangkan isi hati saya disini. Lamanya sama seperti saat saya merindukan kamu yang dulu. Sebentar lagi Natal tiba, suasana hati saya tiba-tiba terasa sangat galau dan sensitif. Kamu yang sekarang, sungguh membuat saya terluka. Saya tahu kalau kamu sebenarnya sangat mengerti perasaan kerinduan yang saya rasakan ini. Namun sepertinya, kamu tak merindukan saya seperti saya merindukan kamu, sepertinya kamu juga tak perduli lagi bagaimana perasaan saya. Tak tahukah kamu bahwa kamu telah begitu dalam menyakiti saya, membuat saya menangis dan sekaligus tak berdaya. Tak hentinya pikiran tentang kamu hinggap dalam benak saya, tak mampu membendung pikiran saya sendiri tentang segala kenangan bersamamu.


Kamu sepertinya bahagia sekarang. Semoga kamu benar-benar bahagia. Saya ingin mencoba berusaha ikut bahagia melihat kamu bahagia. Semoga saya diberi keiklasan untuk melihatmu menjauh dari saya. Kamu berbeda, hanya kepada saya. Entah kesalahan apa yang saya buat sehingga membuat kamu menjauh. Sayakah yang salah? Ataukah kamu yang hanya ingin menghindari saya demi memulihkan perasaan kamu sendiri? 

Tak sadarkah kamu saya banyak menangis karena kamu? Tak sadarkah kamu kalau cara yang kamu lakukan telah begitu menyakiti saya. Kamu yang dulu bisa menjadi tempat berbagi cerita, sekarang benar-benar berubah menjadi asing. Kamu yang dulu selalu mampu menghibur saya yang sedang sedih sekarang tampak tak lagi perduli. Kamu dan cara yang kamu pilih benar2 membuat saya tersiksa. I feel so stupid by missing you this much......... 


Tuhan, jika ini jawaban atas doa saya..... Iklaskanlah kiranya hati saya menerima semua ini. Jika ini memang kehendak Mu, sembuhkanlah luka hati saya. Terus terang, saya tak tahu lagi harus berdoa apa untuk menghilangkan rasa sedih ini.  Menangis pun sekarang tidak lagi dapat memberikan kelegaan pada saya. Hanya pada-Mu hamba menyerahkan segalanya. Hanya pada-Mu saya pasrah. Mohon berikan kekuatan pada saya untuk melewati semua ini. "Sesungguhnya, aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataan-Mu".


Tuesday, October 9, 2012

Start a Brand New Day aakkhh.....

Ketika hati sedang bimbang seperti saat ini, saat mau melakukan apapun terasa salah dan tak bisa fokus menyelesaikan apapun, saya selalu teringat sama kamu. Yup! Kamu yang selalu bisa membuat saya tersenyum, kamu yang selalu bisa membuat saya tertawa dan selalu bisa menghibur saya. Sekarang kamu terasa begitu jauh, terasa begitu menjaga jarak. Ataukah saya saja yang sedang sensitif dan berasumsi sendiri? Salahkah saya bila saya jatuh cinta padamu? Salahkah saya bila saya merindukan dirimu??


Selalu ingin menghapus rasa ini padamu, selalu mencobanya dan ingin menyangkalnya. Namun tak kuasa menahan dan akhirnya jatuh lagi. Tak ingin memikirkan semua ini, hanya ingin menjalaninya saja, so simple but it's not that easy.... Akhhh, bener2 ga pengen mengeluh, hanya mencoba melakukan yang terbaik, hanya ingin menikmati dan mensyukuri apa yang ada. 

Niat saya selalu ingin memulai hari yang baru, seolah2 pikiran saya telah dicuci dan menjadi kembali putih. Namun kala terbangun di tengah malam dan hanya ada kamu di pikiran saya, saya langsung tiba2 merasa kembali down, dan seperti kembali ke titik awal. Nol besar!!


Saya sudah menyibukan diri sekarang, dengan penuh kegembiraan dan ucapan syukur memulai hari yang baru setiap pagi, mencari kenalan dan teman2 baru. Namun pikiran saya padamu tetap melekat. Mungkin kamu merasa terganggu dengan kehadiran saya, atau mungkin kamu pun merasakan apa yang saya rasakan namun tak mau mengakuinya. Atau kita sama2 takut pada apa yang akan terjadi dikemudian hari apabila kita saling jujur pada perasaan kita masing2. Entah mana yang benar...entah saya yang terlalu banyak berpikir saja. Seandainya kamu bener2 yakin pada perasaan kamu, seandainya kamu bener2 jujur sama hati kamu, saya tak akan ikut terhanyut. 

Kamu....apa kamu benar2 bahagia sekarang? Ataukah kamupun merasakan apa yang saya rasakan? Ataukah kamu sedang menyangkal diri sendiri saja? Saya bener2 ga bisa konsentrasi hari ini, entah mengapa..... Arrrggghhh.......... Cuci otak akhh, cuci otaaakkkkkk!!!!!




Friday, August 10, 2012

What Goes Around Comes Around

Bagi beberapa orang, rasanya begitu sulit untuk melepaskan diri dari ikatan-ikatan tertentu yang baik disadari maupun tidak disadari telah membelenggu kehidupan orang yang bersangkutan. Ikatan terhadap sesuatu ataupun seseorang yang hanya mampu memberikan efek "kenikmatan sesaat" ataupun "kebahagiaan semu". Suatu ikatan yang hanya dapat dinikmati sementara bukan untuk tujuan jangka panjang.

  
"What goes around comes around" sebuah kalimat yang sebenarnya sangat sederhana tapi penuh makna ini saya terima dari salah satu sahabat saya. Kadang kala, saat kita dihadapkan pada suatu situasi dan kondisi yang sarat akan kebahagiaan, penuh dengan kenikmatan, begitu terasa indah, rasanya tak ada hal lain yang bisa menghalangi kita untuk menghentikan atau melepaskan kebahagiaan itu. Namun kenyataannya, kadang kita harus berani melepaskannya karena sekali lagi saya diingatkan bahwa saya akan menuai apa yang saya tabur. Bahwa karma itu ada dan tidak tertidur. Semua akan kembali pada saya bila saya tak segera sadar akan makna semu yang terkandung dari keadaan yang saat ini tampak indah.


Ingin rasanya menghembuskan napas ini panjang2, supaya apa yang menjadi beban pikiran dan beban hati ini ikut terdorong keluar bersama hembusan napas yang panjang itu. Atau kalau bisa, mengalihkan pikiran ini ke hal2 yang lain sehingga bisa melegakan beban di hati. Menghindari masalah tentunya tak akan menyelesaikan masalah, namun menghadapi tanpa punya solusi juga ternyata sangat tidak membantu meringankan beban pikiran ini. hanya waktu, dan sekali lagi waktu yang punya jawabannya. Waktu yang kadang terasa berjalan sangat lambat saat solusi tidak kunjung datang. 

Aahhh...my commitment to live simple rasanya sulit sekali dilakukan. Hehehe. Selalu sibuk dengan pikiran2 yang membuat khawatir dan tak berujung. Seperti lirik lagu rasanya. "Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu".... So romantic kan lagu nya?? Hehehehe. 


Ketegasan dan keteguhan hati yang penuh kesungguhan sangat saya perlukan saat ini. Saat mencoba melaksanakan keputusan yang telah dibuat, saat membulatkan tekad untuk melaksanakan komitmen yang saya tetapkan ini, godaan terus menerus datang mengganggu.

Rasa sakitnya belum juga hilang, rasa sakitnya hanya saya yang rasakan and it sucks rasanya. I know what goes around comes around but what I need so badly today is a cure for my broken heart. Hiksss...hiksss.... Ga tau harus gimana buat ngobatin rasa sakit ini..... Ga berdaya untuk segera melupakannya........ Ga tau harus berbuat apa lagi...... Doa udah, mencoba menghindar malah semakin sakit, bersikap seolah tak terjadi apa2 malah rasanya seperti menyakiti diri sendiri saja..... Serba salah dech, serba lelah, serba ga jelas, serba serbilah pokonyaaaaa..... Kudu bagaimana ini sekaranngggg???? Need answer but no one can hear me.... Biarlah menggantung saja buat sekarang..... Dear God, hear my prayer, heal me, help me and answer me please.....

Saturday, July 14, 2012

Ketika Keputusan telah Diambil......

Tidak semua orang bisa membuat keputusan besar dalam waktu singkat. Tidak semua orang mempunyai keberanian untuk membuat keputusan. Saat akhirnya keberanian itu muncul, saat akhirnya keputusan itu telah dibuat, waktunya mengambil langkah selanjutnya untuk melaksanakan keputusan itu.....


Kenapa terasa sakit ya? Saya yang menginginkan agar keputusan itu diambil, tapi saya pula yang merasakan sakitnya. So ironic...so sad...so lost... Keputusan yang dibuat dalam keadaan bimbang, resah dan galau, tapi tetap harus saya terima. Keputusan yang dibuat dalam suasana hati yang tak menentu, tak tau arah dan tujuannya, keputusan yang harus menjadi keputusan final walau apapun latar belakangnya. Yup! Saya terima.... Saya akan terima.

Mungkin kesalahan terjadi pada saya. Entahlah, yang pasti saya yang rasakan sakitnya. Sedih?? Hmm... ya, sedikit... Tapi biarlah, biarkan semua itu menjadi rasa saya saja. Biarkanlah itu menjadi pembelajaran dan pendewasaan diri saya. It's time to move on....


Terlalu lama keputusan ini ditunggu, terlalu lama menantikan keberanian itu muncul. Jika saja..... Akh, tidak, tidak...tak boleh ada penyesalan. Tak ada gunanya mengatakan "Jika....". Hanya satu kalimat saja..... "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Luk 1:38). It is time for me to smile. A big one. And thanks God that it happened.


Saya tidak akan berubah walau keputusan ini telah dibuat. Saya akan tetap menjadi saya apa adanya. Diri saya seutuhnya. Just the way I am. Saya yakin waktu akan menyembuhkan luka saya. Tapi untuk sekarang, saya akan mencoba untuk tetap berbahagia dalam keadaan hati yang terluka. Saya akan tetap bersyukur untuk luka ini, luka yang akan semakin mendewasakan saya tentunya. Thanks ya buat seseorang yang membantu pendewasaan saya ini. Luka goresnya akan tetap ada dan akan mengingatkan saya pada kamu supaya saya pun akan selalu ingat, bahwa kamu seseorang yang turut membantu pendewasaan diri saya. Sungguh, terima kasih yang tulus saya sampaikan. Semoga kamu berbahagia selalu. God bless you :)




PS: Mengenang Friday the 13th on July 2012



Sunday, April 29, 2012

I LOVE YOU SO MUCH, MOM.......

Malam ini hujan tiba2 turun setelah sepanjang siang cuaca sangat panas. Sepertinya, sang malam merasakan persis apa yang sedang saya rasakan saat ini. Saya lagi sedih banget. Hari ini, 29 April 2012, tepat 4 tahun kepergianmu Mama. Empat tahun yang terasa sangat panjang, sangat lama. Empat tahun yang masih sering diisi dengan air mata tiap kali teringat dirimu. Empat tahun yang begitu menyiksa tiap kali rasa rindu melanda. Saya kangen mama, bener2 kangennnnn.....


Hidup selama 4 tahun tanpamu, terasa sangat menyakitkan. Lukanya terus berdarah, lukanya terus terkoyak tiap kali teringat dirimu, luka yang belum bisa saya sembuhkan. I promised you that I will be OK, I will move on no matter what happen. I'm so sorry Mom, I'm sorry I can't keep my promise :'(

You are my everything, you are my breath, you are my heart, you are the light of my life. Without you, I'm blind, without you, I'm deaf, without you, I'm nobody. Without you I feel lonely...I'm really really sorry that I can't keep my promise Mom.... But I can't live without you. I love you TOO MUCH .... TOO MUCH...


Setiap kali inget Mama, tanpa sadar air mata sudah menetes dan tak bisa dihentikan lagi. I know that I have to move on, I'm still trying Mom, trying not to cry every time I remember you. Seorang sahabat yang tak henti2nya mengingatkan saya untuk bangkit tetap tak mampu menghentikan air mata ini. Saya merasakan bagaimana rasa kehilangan itu sangat sulit untuk saya sembuhkan. Saya ingat, saat mama dulu sangat merasakan kehilangan seseorang yang sangat berarti baginya, saya selalu mencoba menghibur dan meminta mama untuk move on. Tapi ternyata, saat saya merasakan kehilangan, saya tak mampu melaksanakan nasihat yang pernah saya katakan dulu buat mama. 

Rasanya sakit ya Mom....sakit, perih, pedih, dan nafaspun terasa sesak tiap kali mengingat kebersamaan kita. Rasanya begitu singkat, Begitu banyak penyesalan, kenapa saya jarang memeluk mama saat itu? Mengapa saya jarang mengungkapkan betapa saya sangat mencintai mama? Maaf maaaam.....maafkan saya.....


I promised that I will take care of my sister after you left. I promised that I will be strong. But once again, I let you down. I can't keep my promise Mom.....Semua air mata ini telah menyamarkan pandangan saya, semua air mata yang selalu menetes tanpa henti sampai saat sadar mata saya sudah membengkak. 

Saya masih tak mengerti, kenapa mama tak pernah mengucapkan selamat tinggal? Setidaknya membuka mata mama untuk yang terakhir kalinya....kenapa kau tak mengucapkan apa2 maaaaaamm??? Hanya nafas yang berat, hanya mata yang terpejam, hanya tangan yang lemah yang saya ingat, yang saya lihat, yang saya genggam saat itu. 

Buat semua yang masih beruntung memiliki seorang ibu.....VALUE HER!!! Sering2 lah memeluknya, sering2 lah menyatakan betapa kamu mencintainya. Berbanggalah dan bersikap manislah padanya....Sampai suatu saat, saat kamu kehilangan, tidak ada penyesalan lagi.... I miss you so much Mom and I love you soooooo muchhh..... I wish I could hug you once more and never let you go. I will always pray for you. You are the best thing that ever happen to me :) God bless you Mom......




Tuesday, April 17, 2012

Pembelajaran dari Sebuah Nasi Bungkus



Suatu pengalaman yang baru, menarik dan menyenangkan bagi saya dan teman-teman, dapat turut serta berpartisipasi untuk membagikan nasi bungkus kepada para kaum tuna-wisma di jalanan sekitar kota Bandung. Sudah 2 minggu ini, terhitung tanggal 25 Maret dan 1 April 2012, di gereja tempat biasa saya beribadah kembali mengadakan kegiatan pembagian nasi bungkus untuk mereka yang membutuhkan. Saya bersama beberapa teman dan salah seorang Pastor ikut membagikan nasi bungkus hasil sumbangan dari umat gereja, hal tersebut merupakan pengalaman baru bagi saya dan beberapa orang teman yang baru turut serta dalam kegiatan tersebut. Ada rasa takut sebelum kami pergi membagikan nasi tersebut, takut persediaan nasi  yang kita bawa kekurangan, takut pada saat membagikan akan mengundang keramaian besar, dll. Tetapi rasa takut tersebut seakan hilang setelah kita turun langsung ke lapangan membagikan nasi tersebut.
              
Pengalaman berharga yang saya rasakan adalah ketika saya turun langsung menghampiri seorang pemulung yang sedang turun ke dalam kali di Jalan Merdeka depan kantor Pemkot Kotamadya Bandung. Ketika saya memberikan nasi bungkus tersebut, saya merasakan ucapan terima kasih yang begitu tulus dan besar dari sang pemulung tersebut sehingga membuat diri saya terketuk dan sedikit malu. Ya, ucapan terima kasih, 2 kata yang sangat singkat tapi terkadang sering kita anggap sepele, seringkali dalam kehidupan saya lupa untuk mengucapkan kata tersebut kepada orang-orang di sekitar yang telah membantu atau menolong saya. Ataupun saya sering lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan yang terbaik bagi kehidupan saya.


Pengalaman berharga lainnya yang dapat saya bagikan ketika saya bersama teman saya menghampiri sebuah gerobak di sekitar Taman Maluku. Di sana tinggal keluarga yang terdiri dari 3 orang, ketika teman saya tersebut memberitahukan maksud kedatangan kami untuk membagikan nasi bungkus, mereka terlihat sangat senang dan bapak yang tinggal dalam gerobak tersebut memberi tahukan kami bahwa di sekitar mereka ada beberapa orang teman mereka yang sedang berteduh (karena hujan turun pada saat itu) dan bapak tersebut bergegas memanggil temannya. Kembali saya mendapatkan sebuah pembelajaran yang sangat menarik, saya diingatkan, “Apakah pada saat saya sedang dalam keadaan yang sulit dan terpuruk seperti bapak tersebut, saya masih ingat kepada orang lain dan mau membantunya?” Seringkali kita lupa untuk membantu sesama yang sedang kesulitan bahkan pada saat kita berada dalam keadaan yang dapat dikatakan berkecukupan.

Dan pengalaman menarik lainnya ketika saya turun di sebuah perempatan jalan Asia Afrika depan hotel Preanger di dekat lampu merah, ada seorang bapak yang begitu kurus sedang duduk sendirian. Pada awalnya, melihat saya turun dari mobil dan menghampirinya dia hanya memperlihatkan wajah yang penuh keheranan. Saat saya mengatakan bahwa saya ada sedikit nasi untuk dibagikan, wajahnya langsung tersenyum lebar, ada sedikit lega, ada haru dan ada wajah penuh syukur yang tersirat saat dia menerima nasi bungkus dari tangan saya. Rasa syukur karena sepertinya Tuhan menjawab doanya, rasa lega karena akhirnya penantiannya berakhir, dan dengan ekspresi seperti itu sang bapak langsung membuka nasi bungkus yang saya berikan bahkan sebelum saya masuk kembali ke dalam mobil. Sungguh terlihat bahwa bapak itu sangat kelaparan. Sepertinya dia sudah sangat menantikan makanan itu, sepertinya sudah beberapa hari dia tidak makan. Tanpa sadar, saya berucap dalam hati: “Ya Tuhan, terima kasih atas rejeki yang selalu saya terima, sehingga saya tidak pernah merasakan rasa lapar yang begitu besar seperti bapak itu. Ya Tuhan, sungguh benar janjiMu bahwa burung di udara yang tak menabur dan tak menuai pun Kau pelihara, apalagi manusia yang jauh melebihi burung-burung itu” (bdk Mat 6:26). Rasa senang sekaligus haru melihat bapak tersebut menyantap nasi bungkus yang saya bagikan kepadanya, apabila saya pikir-pikir kembali apalah arti nasi bungkus tersebut toh itu hanya sebungkus nasi dengan lauk pauk yang seadanya saja, tetapi pernakah saya mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam kepada orang yang telah menyediakan makanan bagi saya sehari-hari? Apabila saya dalam keadaan seperti bapak tersebut yang sepertinya tidak makan beberapa hari apakah saya masih mampu bertahan? Malah terkadang saya sering memilih-milih makanan untuk saya santap atau jajan sembarangan di luar padahal di rumah telah ada orang tua yang telah menyediakan makanan yang lebih sehat untuk saya makan bersama dengan keluarga.


Seorang sahabat pernah mengajarkan kepada saya suatu hal yang menarik, “Orang-orang hebat di luar sana seperti seorang pelukis ternama seperti Leonardo Da Vinci yang menggambarkan wajah Yesus dalam karya nya “The Last Supper” (“Perjamuan Terakhir”) dan seorang aktor Jim Caviezel yang memerankan rupa Yesus dalam film “Passion of The Christ” apakah mereka benar-benar pernah bertemu dengan Yesus sehingga mampu menggambarkan ‘menyerupai’ wajah Yesus yang sesungguhnya? Lalu bagaimana kita bisa percaya bahwa rupa Yesus adalah demikian?” Sambil memikirkan perkataan tersebut teman saya kembali melanjutkan pembicaraannya, “Tidaklah sulit melihat bagaimana rupa Tuhan Yesus, cukuplah lihat sekitar kita masih banyak orang yang kesulitan dan kesusahan, bukankah Tuhan bersama mereka? ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Matius 11:28)” Dari perkataan teman saya dan Ayat tersebut hendak mengajarkan kepada kita semua bahwa Tuhan ada pada setiap orang yang membutuhkan bantuan, Tuhan pun rela menderita dan dipermalukan di depan umum pada saat Ia memanggul salib ke Golgota, mungkin dapat saya simpulkan bahwa rupa Tuhan ada pada setiap orang yang saya jumpai pada saat saya bersama teman-teman saya membagikan nasi bungkus tersebut kepada para Tuna-Wisma di jalanan.

Terima kasih Tuhan, karena Engkau telah memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran berarti dalam diri saya dan teman-teman saya untuk dapat peduli dan membantu sesama yang membutuhkan bantuan. Semoga Tuhan akan mengajar dan mengingatkan kita untuk dapat bersyukur atas segala anugerah yang boleh kita terima dalam kehidupan sampai saat ini. Semoga Tuhan juga mau memberkati dan membantu mereka yang saat ini masih hidup dalam kesulitan agar mereka selalu Kau jaga dan Kau berikan perlindungan-Mu. Mari kita semua juga belajar dari para tuna-wisma di jalanan, bahwa sekecil apapun itu, berkat Tuhan sungguh nyata dan patut kita syukuri :)  /KA~FS/







Thursday, April 5, 2012

Ayaankkk, Tanpamu Aku Galauuuu.....


Berawal dari kalimat "Aku ga punya pulsaaaaaa....", lalu lanjut ke "Sekarang aku udah punya pulsaaaa.....", sekarang menjadi "Ayaaannkkkk, tanpamu aku gallaauuuu....", hehehe. Seru banget tuh iklan... Bener2 kreatif dan inovatif rasanya. Two thumbs up dech buat yang menciptakannya...Keren!! Simple dan mudah diingat....

Ternyata daya kreativitas manusia itu tak terbatas yaaa.... Saya yang biasanya tidak hobi nulis aja, bisa tiba2 suka banget sama nulis2 (eh, ngetik sih lebih tepatnya, hehehehe). Kalau diliat dari judulnya sih, kali ini pengen banget rasanya menulis soal topik cinta lagi.....Tapi kayanya udah kebanyakan topik cinta belakangan ini yaaa. Cuma seruuu, ngga ada matinya dech kayanya kalo ngomongin soal topik cinta ini.....

Belakangan ini, saya lagi suka banget memperhatikan orang2 sekitar lingkungan dimana saya sering melakukan aktivitas sehari2 saya. Ada cinta yang bertepuk sebelah tangan, ada cinta jarak jauh, ada yang sibuk dengan kehidupan sendiri, ada yang jablay (sampe berlebihan), ada yang malahan ketakutan karna dikecengin orang. Aneh tapi nyata....Bener2 ada kejadian seperti itu di sekitar saya belakangan ini, hehehe.

Saat seseorang merasa sangat kesepian, dia mengharapkan ada orang lain yang mendampinginya. Namun tidak semua orang bisa sungguh2 melihat seberapa berartinya seseorang yang ada di sampingnya itu. Kadang orang itu lupa, bahwa segala sesuatu di dunia ini bisa berlalu begitu saja dan kapan saja. Orang sering merasa bahwa seseorang itu sangat berharga baginya saat telah kehilangannya. Orang seringkali menyia2kan saat2 bersama someone special dengan hal2 remeh yang tidak penting. Orang sering tidak menyadari besarnya arti orang lain justru saat berada dekat dengannya.

Saya sudah belajar dan akan terus belajar tentang menghargai waktu dengan seseorang yang berarti dalam hidup saya. Saya ingin berbagi, bahwa penyesalan itu rasanya sangat menyiksa. Saat kamu sudah tak bisa lagi bersama orang yang kamu kasihi, rasanya kamu jadi galau kan?? Jadilah akhirnya, kamu akan teringat lagi kata2 iklan yang lucu itu, "Ayank, tanpamu aku Galau", hehehehe.


Siapapun kamu, apapun profesi yang kamu jalani, sesibuk apapun kamu, komunikasi dengan orang-orang terkasih itu sungguh amat sangat berharga! Komunikasi yang bermutu tentunya bukan sekedar komunikasi basa basi semata. Jangan biarkan kesibukan duniawi menghabiskan waktu2 kebersamaan yang tak akan tergantikan. Mulai sekarang, saya dan semoga kamu juga, mulai lebih sering memanfaatkan setiap detik yang berharga ini untuk mengingat dan berkomunikasi dengan orang2 terkasih hingga pada akhirnya nanti, tak akan ada penyesalan....Happy Maundy Thursday :)