Thursday, March 31, 2011

Penyesalan Selalu Datang Terlambat....-_-"

Sebenernya, yang namanya penyesalan itu kan manusiawi yaahh?? Tapi...rasanya tetep aja ngga enak kalo lagi ngalaminnya. Bener ngga sih??

Penyesalan bisa hadir dalam beraneka macam sisi kehidupan kita. Penyesalan dalam hal pendidikan, penyesalan dalam hal pekerjaan, penyesalan dalam hal cinta, bahkan penyesalan atas pilihan2 yang kita buat sendiri. Kalo sudah mengalami penyesalan, pasti rasanya ingin mengulang kembali waktu. Tapi, itu kan sesuatu hal yang tidak mungkin kan? Waktu adalah harta yang paling berharga yang tidak bisa kembali.

Bagaimana caranya biar tidak menyesal di kemudian hari? Apa mungkin seseorang itu mengusir penyesalan?? Hmm, suatu permenungan lagi dech....

Bagi saya, sebetulnya merupakan hal yang konyol kalau kita menyesal terhadap pilihan2 yang kita buat dimasa lalu, karena itulah pilihan kita, keputusan kita, dan itulah yang memang kita inginkan ketika kita memutuskannya. Tapi, ketika segalanya tidak berjalan sesuai dengan harapan kita, dengan apa yang kita inginkan dan tujuan yang ingin kita capai, tiba2 perasaan penyesalan itu muncul. Dan kata yang kemudian sering terlontar adalah..."Seharusnya saya begini", "Kalau saja waktu itu, saya begitu", dan sebagainya.

Bagaimana supaya tidak menyesal?? Mungkin jawaban yang paling tepat adalah: BERSYUKUR!! Bersyukur karena setidaknya kita telah melangkah, bersyukur karena walaupun kita gagal, kita telah mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang berharga, bersyukur karena kita semakin didewasakan dalam pengambilan keputusan di masa depan, dan masih banyak hikmah yang lain yang akan kita temukan saat kita sungguh2 dapat bersyukur.

Bersyukur: Sebuah kata yang sebenarnya sangat sederhana tapi kadang kita sulit melakukannya! Apalagi kalau kita memandang kekayaan orang lain, kesuksesan orang lain, ketenaran orang lain, dan keadaan2 lain yang sebenarnya kita inginkan tapi belum terwujud. 

Penyesalan, akan menimbulkan keluhan tak henti. Penyesalan mungkin akan selalu ada dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, tapi setidaknya...kita dapat mengurangi rasa penyesalan dengan belajar untuk memaafkan diri sendiri, belajar untuk menerima diri, belajar untuk mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita.

Mari menetapkan HATI, mari meneguhkan HARAPAN, mari melangkah dengan penuh RASA SYUKUR. NEVER REGRETS!!!

Thursday, March 24, 2011

Suasana Hati Saat Ini


WOW!!! Suasana hati saya saat ini lagi tidak menentu. Ada kekhawatiran, ada ketakutan, ada kecemasan, ada kebingungan, ada ketidaksabaran, ada pikiran negatif, ada pengharapan, ada doa yang tak terucap, ada keinginan yang belum terwujud, ada mimpi yang masih ingin diraih, ada jalan yang masih ingin ditempuh, ada sepenggal janji yang memberi semangat, ada ucapan yang membangkitkan harapan, ada macam2 lagi yang sulit terungkap lewat tulisan. Mungkin satu kata yang tepat saat ini sepertinya adalah: GALAU!!!

Manusia memang cuma bisa berusaha, tapi tetap Tuhan yang menentukan! Kepasrahan sambil menggantungkan harapan sepenuhnya pada Sang Maha Kuasa, Sang Maha Pencipta, Sang Maha Tahu, mungkin itu satu2nya hal yang bisa dilakukan manusia saat tidak semua keinginannya menjadi kenyataan. Karna jalanMu bukan jalanku, rencanaMu bukan rencanaku. "Jadilah padaku menurut perkataanMu".

Tetap TABAH, SABAR, BERTEKUN, BERUSAHA dan BERDOA! Mari menjaga suasana hati lebih gembira, lebih positif, lebih bersemangat agar segala usaha bisa berbuah, segala daya upaya bisa menjadi berkat dan diatas semuanya itu, marilah kita BERSYUKUR!!!

Wednesday, March 23, 2011

Resiko Pilihan


Hidup itu Pilihan??? Yups!! Setuju banget!!! Tuhan menganugerahi manusia dengan Kehendak Bebasnya untuk menentukan pilihan, untuk memutuskan sesuatu. Kehendak Bebas itu ngga ada yang bisa mencampurinya, bahkan Tuhan pun ngga boleh campur tangan dalan hal Kehendak Bebas manusia (Hmm, jadi inget film "God Almighty").

Nah, lalu gimana kalo kita salah pilih??? Huffff....itulah yang namanya RESIKO! Buat saya, ngga ada tuh yang namanya salah pilih, karna apapun pilihan kita pasti resiko tetep akan ada. Dan apapun pilihan kita pada akhirnya juga pasti akan ada pelajaran yang bisa kita petik.

Jadi gimana donk?? Tetap bertekunlah dengan segala pilihan kita. Tetap bertanggung jawab dengan segala resiko dari pilihan kita. Ora et Labora. Bagaimana kita bersikap terhadap pilihan2 kita dan bagaimana kita menghadapi resiko itulah yang pada akhirnya akan menentukan KUALITAS HIDUP kita.

Kalo gitu: TETAP SABAR dan TETAP BERSEMANGATLAH....resiko bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. BERJUANGLAHHH!!! GAMBARU!!!



Tuesday, March 22, 2011

Terlalu Serius Akh...

Wah....topik2 yang sebelum ini saya tulis, keliatannya terlalu serius ya??

Kalo boleh jujur sih, saya bukan orang yang suka terlalu serius sebenernya. Saya cukup humoris n bener2 suka bercanda, suka ngerjain orang, iseng banget....Kalo orang Sunda bilang, suka ngebodor dan saya sangat menikmatinya. Saya bisa lakukan itu sepanjang hari. Jadi bersiaplah kalian yang belum sungguh2 mengenal saya, ga boleh marah kalo saya kerjain. Hehehe

Jadi, kali ini....demi menjaga image saya (hehehe), topik yang saya mau tulis adalah kegemaran saya bercanda...SERU loh!! Lebih seru lagi kalo saya bisa ngerjain orang yang mukanya gampang memerah, hihihi, udah kaya kepiting rebus aja tuh kalo saya kerjain!!

Saya orang yang "nekat" dan bisa diajak "gila2an", demi menghilangkan stress ada baiknya kalo kita kembali menjadi anak kecil, yang bisa tertawa lepas dan bermain bebas. Kalo udah begitu, bisa lupa waktu loh...

Tertawa itu sangat menyenangkan....membuat orang lain tertawa, jauh lebih menyenangkan. Gimana caranya biar bisa terus tertawa??? Live simple!!!

Let's laugh!!!

Wednesday, March 16, 2011

CHOCOLATE Cake!!!! Love it so Much





Berbagi Berkat yukkssss....

Setelah beberapa hari ini sangat menikmati kegiatan baru saya yaitu menulis dan menjadi "sakaw" karenanya, ada satu hal yang ternyata baru saya sadari manfaatnya dari menulis ini. Ternyata dengan menulis kita bisa berbagi BERKAT juga ya....Yup! Ternyata berbagi berkat itu bisa kita lakukan kapanpun, dimanapun dan dengan apapun, termasuk lewat tulisan.

Memang, tulisan2 saya sangat sederhana, hanya mengalir begitu saja dari otak saya, tanpa ada yang mengedit, mengkritik maupun memberi masukan cara menulis yang benar. Bahasa yang digunakan juga bahasa2 yang biasa saja, bukan yang terlalu indah dan kadang malah bikin sulit untuk dicerna. Tapi entah mengapa, setelah saya baca2 lagi tulisan2 saya sebelumnya, kadang saya berpikir, "Mudah2an ada yang membaca tulisan saya dan menjadi terinspirasi karenanya", atau pikiran lain saya berkata, "Semoga tulisan2 saya ini bisa meneguhkan seseorang ataupun memberi kekuatan bagi yang memiliki pengalaman yang sama seperti saya". Tapi mungkinkah bisa begitu ya? Karna pandangan hidup orang kan berbeda, prinsip hidup orang juga berbeda, dan pendapat orang pun bisa berbeda untuk hal yang sebenarnya sama.

Saya orang yang menyukai kesederhanaan....Hidup cuma sekali, ngapain dibikin rumit!! Betul kan?? Seringkali dengan BERBAGI, kita malah MENDAPAT, dengan MENIKMATI HIDUP, kita menjadi BERSYUKUR, dan dengan HIDUP SEDERHANA, kita malah ternyata diberi KELIMPAHAN. Siapa yang tau itu? Satu yang pasti, saya sangat menikmati kegiatan baru saya ini.

Semoga apa yang bisa saya bagikan di sini, benar2 bisa meneguhkan bagi siapa saja yang membutuhkan, bisa memberi kekuatan kepada yang sedang menanggung beban, bisa memberi inspirasi bagi yang mengalami kebuntuan. Tetapi terutama, bisa menjadi BERKAT bagi siapa saja yang membacanya, karna niat saya hanya ingin berbagi, tujuan saya hanya ingin menuangkan isi hati dan pikiran.

Mari hidup lebih baik! Senangnya bisa BERBAGI......Mari, berbagi berkat yuuukkss....

Tuesday, March 15, 2011

Am I a Good Person??

Seseorang mengirimkan text message ke handphone saya beberapa hari yang lalu.....
Dalam salah satu kalimatnya dia bertanya: Am I a good person??
Terus terang, saya bingung harus menjawab apa pertanyaan itu.....Pertanyaan yang sepertinya sangat sederhana, tapi membutuhkan jawaban yang tidak sederhana buat saya.

Apa itu artinya saya yang terlalu rumit hanya untuk memberikan suatu jawaban yang seharusnya sederhana? Apa itu artinya saya adalah "hakim" yang bisa menilai seseorang? Apakah betul itu pertanyaan yang sederhana dan memerlukan jawaban? Mengapa saya harus menjawab pertanyaan itu??

Saya langsung berpikir...Hmmm, orang baik?? Bagaimana sebenarnya definisi orang baik itu?? Apakah orang itu harus rela berkorban demi orang lain baru disebut orang baik? Atau apakah dia harus religius dan tidak pernah melanggar perintah agama baru disebut baik? Atau apakah orang baik itu berarti orang yang taat hukum? Atau apa??

Terus terang, saya sendiri tidak mengerti, kenapa dia bertanya hal seperti itu ke saya. Dalam pesan singkat di handphone saya, dia bertanya seperti itu membuat saya berpikir hal lain....Apa maksudnya dia tanya seperti itu? Apa artinya dia butuh suatu pengakuan dari orang lain tentang dirinya? Atau itu hanya semacam sindiran ataupun kata2 sinis untuk saya? Terlalu rumitkah saya?

Sebuah buku yang saya baca, membuat saya berpikir.....Sebagai apakah saya ingin dikenang saat saya sudah tidak di dunia ini lagi? Pertanyaan yang sangat mendalam.....Kalau saya menjawab, saya ingin dikenang sebagai orang yang baik, lalu muncullah pertanyaan yang sama yang masuk ke pesan singkat itu: Am I a good person???

Seseorang atau mungkin diri kita sendiri, entah itu disadari atau tidak, ada satu sisi dalam hidupnya yang perlu mendapat PENGAKUAN dari orang lain. Saya rasa, itu manusiawi...kalo menurut pendapat saya, setiap orang butuh 'pengakuan' itu. Tapi, sejauh mana pengakuan itu harus diketahui orang? Apakah seluruh dunia perlu tau? Apakah pengakuan itu butuh PENEGASAN lewat kata2 atau bahkan tulisan? Atau cukupkah kalo pengakuan itu hanya melibatkan diri sendiri dan orang2 terdekat kita saja??

Pernahkah kita merenung dan berpikir tentang arti PENGAKUAN itu bagi diri kita sendiri? Seberapa pentingkah arti kata itu dalam dalam hidup kita? Apakah latar belakang kehidupan kita yang menyebabkan suatu pengakuan itu sangat besar artinya? Ataukah kesombongan kita yang sangat menginginkan pengakuan itu?? Semakin dalam renungan saya, semakin dalam saya memahami arti pengakuan dalam diri saya......

Ya! Jujur saya akui, sebagai manusia yang rapuh, saya butuh PENGAKUAN! Tapi entah mengapa, ada sebagian diri saya yang tidak takut mengatakannya, karna saya merasa tidak ada salahnya seseorang itu memerlukan sebuah pengakuan. Itu manusiawi buat saya...Tapi sisi lain dalam diri saya, bilang kalo pengakuan itu tidaklah terlalu penting, kita harus hidup dengan rendah hati, dan kerendahan hati tidak memerlukan suatu pengakuan kan? Terlalu rumitkah???

Saya mendapatkan pertanyaan itu dari seseorang yang menurut saya kurang mendapat perhatian dari keluarga dan orang2 terdekatnya, tapi apakah dia bersalah karna menginginkan pengakuan itu? Saya bingung, terus terang saya bingung bagaimana saya menanggapi mengenai pertanyaan itu. Apakah dia sadar, bahwa sebenarnya "ada yang salah" dalam hidupnya karna dia memandang bahwa PENGAKUAN itu SANGAT PENTING!! Ataukah dia memang tidak bersalah karna memang dia tidak mengerti??

Akh...semakin dipikir, malah semakin rumit ya jadinya....Hehehehe. Satu hal yang pasti menurut saya, arti sebuah PENGAKUAN itu, pasti akan sangat berbeda bagi setiap orang. Entah itu penting atau tidak, tergantung bagaimana kita menyikapinya dalam hidup kita sehari2 dan dalam hubungannya dengan sesama kita. Selama pengakuan yang kita perlukan itu tidak meresahkan orang lain, hal itu masih dikatakan normal dan manusiawi. Kunci penting hanya satu: KESADARAN DIRI, alias MAWAS DIRI!!

Selama kita tetap SADAR DIRI, tetap RENDAH HATI, tetap JUJUR, dan tetap mau menilai diri secara OBJEKTIF, saya rasa "pengakuan" itu bukanlah suatu kesalahan. Mari kita saling memperbaiki diri, sehingga menjadi pribadi yang makin matang dan dewasa. Sehingga pada akhirnya, bukan 'pengakuan' lagi yang menjadi prioritas kita, melainkan bagaimana kita bisa saling berbagi dengan sesama, saling bekerja sama dan saling melengkapi. Mari kita hidup LEBIH BAIK!!!! Semangatttttt.......