lagi ya?”, jawab sang ayah.“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.
Be faithful in small things because it is in them that your strength lies.
Yesss, it's true!!! Selama setahun terakhir ini hidup saya menjadi totally different. So many beautiful things happened. Sebelum tahun ini, saya mengalami hari-hari yang sangat berbeda dengan apa yang saya alami beberapa waktu terakhir. Memang, ditahun ini tidak begitu banyak kenalan baru yang saya temui, tidak sebanyak ditahun sebelumnya. Namun ternyata, tahun ini menjadi tahun yang justru lebih baik.
Kenalan baru, teman-teman baru, ternyata tidak selalu memberikan dampak yang positif. Malah justru sebaliknya, teman-teman baru kadang ada yang membawa efek destruktif. Teman dan sahabat, ternyata memang seperti berlian. Mereka harus melewati tahap-tahap dan jangka waktu yang cukup lama serta benar-benar teruji untuk menjadi indah dan berharga. Hanya yang tahan ujilah yang akhirnya bertahan dan menjadi sahabat sejati.
Beruntung saya sudah menemukan sahabat yang teruji. Beberapa orang disekitar saya mungkin berpikir bahwa saya pemilih. Iyaa, tentu saja. Saya selalu mencari yang terbaik, semua orang juga begitu. Hanya orang yang bisa memberikan efek positif yang akhirnya akan bertahan dan menjadi sahabat saya. Saya terbuka pada semua orang dan tidak menutup diri kepada orang-orang tertentu. Namun untuk mencari sahabat, tentu saja saya sangat pemilih.
Saya belajar bahwa untuk menjadi yang terbaik, harus bergaul dalam lingkungan yang terbaik juga. Saya belajar, tidak ada yang sempurna namun ada yang bisa saling menyempurnakan. Saya juga belajar bahwa apabila kita mencoba setia dan berusaha menjadi yang terbaik, maka Sang Mahakuasa akan menunjukan jalan dan memberikan lingkungan-lingkungan yang terbaik pula.
Saya sangat bersyukur dapat menyadari betapa Sang Pencipta sangat mencintai saya sehingga Dia selalu memberikan teman-teman yang baik dan membangun. Begitu ada teman yang berdampak negatif dan destruktif, Dia selalu menjaga dan menunjukan pada saya serta sesegera mungkin manjauhkan diri saya dari teman-teman destruktif itu. Yup! Kalau boleh dibilang beruntung yaaa, saya setuju. Saya memang beruntung. Beruntung punya Tuhan yang baik, beruntung saya dipercayakan memiliki sahabat-sahabat yang terbaik. Beruntung saya bisa berbagi ucapan syukur saya.
Sahabatku, percayalah, apabila Anda dengan setulus hati memohon yang terbaik dan berusaha menjadi yang terbaik. Maka hanya yang terbaiklah yang Anda dapatkan. Sang Pencipta itu tidak buta, Ia Maha Mengetahui. Ia Hakim yang adil, ada anugerah dibalik usaha keras, ada berkat dibalik niat tulus, ada damai dibalik setiap pengharapan. Mari menjadi yang terbaik agar kita juga dikelilingi hanya oleh orang-orang yang terbaik.
Inget ga, dulu jaman2 kita masih SD or SMP? Ehh, waktu masih SMU juga kayanya ada dech, momen2 dimana antar teman saling bertukar data pribadi? Seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, hobi, cita-cita dan sebagainya? Hehehe, momen-momen gitu kadang-kadang suka bikin ngangenin yaaa.....
Saya inget banget, dulu saya kalo ngisi bagian hobi ituuuu, suka bingung sendiri. Trus saya 'nyontek' dech ke temen-temen saya yang lain pada ngisi apa. Mereka rata-rata nulis 'Membaca'. Hmm, saya pikir kayanya keren juga ya hobi baca itu. Kan kesannya tau banyak hal dengan membaca, terdengar pintar dan serba tau dech intinya. Lama kelamaan, saya menjadi terbiasa menulis hobi saya "membaca" tiap saya isi data-data pribadi.
Setelah semakin dewasa, saya baru sadar kalau selama ini yang saya pernah baca itu adalah komik,majalah-majalah anak kecil dan cerita-cerita yang super pendek aja. Begitu dihadapkan dengan buku baru yang agak tebal sedikit, saya langsung kepikiran, berapa lama ya selesainya? Hehehe. Semakin dewasa lagi, saya mulai melirik novel-novel, baik cerita kisah asmara maupun cerita-cerita detektif yang penuh teka-teki dan misteri. Seru sihhh, sangat penasaran membacanya langsung sampai habis. Lalu mulai mencoba baca topik-topik yg sedikit lebih berat, seperti motivasi, pengembangan diri, dan topik agak berat lainnya.
Sekaranggg....saya bersahabat dengan maniac bacaaaaa. Hahaha. Dia itu sangat, sangat, sangat suka membaca. Dia bisa punya koleksi satu rak penuh buku-buku yang terpajang di suatu toko buku. Luarrrr biasaaa, saya sampe melongo dengernya. Busyedd, niat amat dia baca? Kapan waktunya dia baca, secara dia sibuk tiap hari dari pagi sampe malem? Kapan dia beli bukunya? Gimana cara dia temukan topik-topiknya? Pokonya banyak dech yang saya heran dari dia. Dan semakin kenal dia, saya semakin sadar kalau saya itu sebenernya ga hobi baca. Saya cuma baca kalau saya bener-bener suka sama topiknya. Kalau saya udah denger-denger kalau buku itu bagus dan menarik, kalau buku itu udah best seller banget. Semua buku yang saya beli, kadang ga tau kapan beresnya. Hehehe.
Sekarang, saya dalam proses meningkatkan pengetahuan saya ceritanya sih. Proses belajar menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Terus terang, saya banyak tanya sama sahabat saya yang maniac baca itu secara pengetahuan dia lebih banyak (menurut penilaian saya sih begitu yaaa). Tapi....tau ga jawaban saya tiap kali saya tanya ini dan itu?? Dia cuma bilang: "Makanyaaaa BACAAA!!!" Hahahahaha. Jleb, jleb, jleb gitu rasanya.
Emang sihh, dengan membaca kita bisa belajar banyak hal, bisa keliling dunia juga dengan membaca, bisa dapet banyak pengalaman berharga, bisa pinterlah yang pasti. Tapi gimana donk menn, saya lebih suka nonton dibanding bacaaa. Hahaha. Yupp, I know you respect reading than watching something. Mungkin ini salah satu hal yang membedakan kita ya?
Tapi saya juga belajar bahwa apa yang dianjurkan oleh sahabat saya itu merupakan hal yang tepat. Secara kita sudah lulus dari sekolah dan tidak ada lagi guru yang akan menilai apakah pekerjaan kita itu benar atau tidak. Sekarang, in the real world, kalau kita tidak mau terus belajar, kita akan terhimpit oleh dunia disekitar kita. Oke menn, I got it!
Thanks ya buat sahabat saya yang ga bosen-bosennya mencekoki saya dengan buku-buku. Semoga kamu bisa menulari hobi membaca kamu ke saya, supaya saya bisa jadi lebih pintar lagi. Sekarang, buat yang belum hobi baca, ayo sharing sama saya buat berbagi tips gimana caranya biar bisa tetep antusias membaca dan terutama membagi waktu antara kegiatan sehari-hari dengan waktu membaca. Mariii semangatttt membacaaaa. Hehehe.