Tuesday, March 20, 2012

Do You Believe in True Love??

Sepasang suami istri yang sudah sangat tua duduk dihadapan saya dalam sebuah Angkutan Kota saat saya menulis ini. Sang suami sudah sangat lemah, sangat sulit menahan beban tubuhnya sendiri. Saat berjalan menghampiri Angkutan Kota itu pun dia berjalan sangat perlahan, ditopang sebuah payung dan dekapan hangat sang istri. Hati saya bergetar melihat mereka, saat sang istri begitu sabar mendampingi suaminya...timbul pikiran2 lain dalam benak saya. Apa mereka punya anak? Kalau iya, lalu dimana anak2 mereka? Apa anak2 mereka tahu bahwa kedua orang tuanya sangat kesulitan untuk bepergian? Dan pikiran2 lain yang tiba2 memunculkan pertanyaan2...

Lain dengan suami istri ini, lain juga dengan sopir AngKotnya. Sang sopir AngKot, berhasil membuat saya terharu juga, hehehe. Saat akan naik ke atas angkotnya, sang suami ini begitu kesulitan bahkan untuk mengangkat kakinya, lalu tanpa diminta, tiba2 sopir angkot ini mematikan mesin mobilnya dan turun untuk menggendong sang bapak naik ke dalam angkot. Begitupun saat telah sampai di tempat yang hendak dituju pasangan suami istri ini. Tanpa basi basi, sang sopir langsung mematikan mesin mobilnya dan turun, langsung kembali berusaha membantu sang bapak dengan berusaha menggendongnya turun dari angkotnya.

Woowww, sebuah kejadian sehari2 yang mungkin bagi sebagian orang terkesan biasa saja, tapi bagi saya semua tampak indah. Ternyata Cinta, Kasih Sayang, Kebaikan, Ketulusan hati dan Keperdulian terhadap sesama itu masih ada dan nyata. Di tengah arus modern yang serba instan, serba individualisme, serba egois, dan serba serbi duniawi lainnya, kepercayaan saya semakin merasa dikuatkan lagi, bahwa manusia memang pada dasarnya tercipta sebagai makhluk yang baik. Setiap orang memang punya dua sifat yang berlawanan dalam diri masing2, namun sejahat apapun dia, tetap saja tidak akan dapat mengingkari hati nurani yang pada dasarnya baik. 


Rasa cinta pasangan suami istri yang saya lihat, sungguh mampu membuka mata saya bahwa walaupun semakin banyaknya kasus perceraian yang terjadi belakangan ini, cinta sejati tidak akan dapat hilang sepenuhnya dari dunia ini. Cinta yang hanya dimiliki oleh orang2 yang sungguh berkomitmen dan bertanggung jawab memupuk cinta itu setiap harinya seumur hidup mereka. Cinta yang mampu membuat orang lain iri sekaligus berdecak kagum. Cinta yang selalu tumbuh dan berkembang tanpa pernah layu....


Sopir angkot yang kadang dicap brutal dan suka berlaku seenaknya pun ternyata memiliki jiwa ksatria. Keperdulian dan perhatiannya tiba2 mengingatkan saya pada suatu ayat yang berbunyi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Mat 25:40). Yahh, entah itu bapak2 tua, ibu2 tua, anak kecil, orang dewasa, pria, wanita atau siapapun, hendaknya kita selalu bisa tetap perduli. Terima kasih pak sopir yang sudah mengingatkan saya untuk tidak membeda2kan orang dalam menolong sesama.

Setelah melihat kejadian ini, saya percaya, cinta sejati itu ada. Cinta sejati itu ternyata bukan melulu soal cinta pada pasangan kita, tapi cinta pada Tuhan, cinta pada keluarga, cinta pada sesama. Cinta yang indah, cinta yang mengharukan, cinta yang menggetarkan hati, cinta yang tulus, cinta yang tidak akan pernah mati. Saya percaya pada cinta sejati, bagaimana dengan kamu?? Kalau kamu juga percaya maka mari kita saling berbagi CINTA :)


Friday, February 24, 2012

Sombong vs Rendah Hati

Sebelum mulai nulis, mari kita nyanyi dulu yuukkss: "You're Beautiful...Beautiful...Beautiful. Kamu cantik, cantik dari hatimu...." (Inget, nyanyinya ala Cherrybelle yaaa, hehehe). Cewe mana yang ngga seneng kalo dibilang cantik coba?? Hayooo....kalo ada cewe yang ngga suka dibilang cantik, boleh protes, hehehe.


Kenapa saya tiba2 ngajak nyanyi dulu?? Hmm, gini....yang namanya manusia, siapa sih yang ngga suka dipuji. Kalo menerima suatu pujian itu, serasa melayang diudara kan? Rasanya seneng kalo ada yang "memuja" tentang suatu kelebihan yang kita miliki. Rasanya bangga, senang, berbunga-bunga gitu dech. Ya ga sih??

Lalu kemudian setelah enak merasakan pujian, tiba2 ada kritikan yang sebetulnya sih bagi orang lain yang tidak berkepentingan terdengar biasa saja. Tapi bagi yang menerimanya sepertinya seperti batu tajam yang dilempar jauh kedalam hati sehingga melukai perasaan yang bersangkutan. Sakit hati, marah, kesel, bete, terkadang ingin menangis, dan berbagai emosi yang tiba2 meledak seolah kata2 itu begitu menyakitkan dan tidak termaafkan. Waahh......kenapa bisa begitu ya???

"Tinggi hati membuat: Harga diri, Gengsi, Keinginan dihormati, semua ikut menjadi tinggi. Tinggi hati membuat kamu merasa diri terhormat, mulia dan sempurna. Sikap inilah yang membuat kamu gampang tersinggung, mudah sakit hati dan berprasangka buruk. Tinggi hati membuat kamu rapuh dan jiwa kamu lemah" --- Sepenggal kalimat2 yang menyadarkan saya tentang mengapa suatu persahabatan bisa rusak hanya karna sepatah dua patah kata yang secara tidak sadar atau tidak sengaja terlontar. Kata2 yang sebenarnya tanpa maksud menyinggung tapi diterima dengan salah oleh orang yang menerimanya.

Jujur saja, saya juga ngga nolak kalo ada yang muji saya. Hehehe. Seneng donk pastinya kalo mendengar ada yang muji saya.... Tapi, ada sepenggal kalimat lanjutan dari kalimat di atas yang lalu menarik saya kembali ke bumi setelah melayang-layang di udara kalo abis menerima pujian. Bunyinya begini : "Jika kamu mau jadi kuat, belajarlah rendah hati setiap saat. Kerendahan hati membuat kamu tenang, hening namun tegar. Rendah hati membuat kamu bebas leluasa. Rendah hati adalah sumber kekuatan dan sukacita", bagus ya kata2nya???


Saya menulis ini sebenarnya hanya sekedar ingin berbagi kata2 yang begitu menyentuh dan begitu berkesan buat saya. Kata2 yang menyadarkan saya kalau kadang2 saya suka begitu terlena dalam banyak pujian. Kata2 pujian selalu seperti sebuah pedang bermata dua. Satu sisi bisa meningkatkan kepercayaan diri dan kebanggaan tersendiri, namun di sisi lain bisa justru menjerumuskan saya dalam kesombongan dan arogansi yang justru akan menenggelamkan saya dalam perilaku2 buruk, menjadi superior dan memandang rendah orang lain. Kesombongan itu selalu menjadi celah kecil yang justru dapat menjadi bumerang yang akhirnya menyerang kita sendiri.

Kira2 setahun yang lalu, saya pernah menulis tentang masa pertobatan, hari Rabu Abu. Hari ini, tepatnya tanggal 22 Februari kemarin, adalah hari Rabu Abu untuk tahun 2012. Masa pertobatan yang mengingatkan saya kembali bahwa dalam hidup, semua ada pasang surutnya, ada hari2 bahagia, ada pula hari2 sedih. Ada masa kejayaan, namun juga kegagalan. Ada kalanya kita dipuji, namun tak jarang juga menerima kritikan. Semoga permenungan masa pertobatan tahun ini, semakin membawa saya dan kamu menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Lebih mandiri dan bersemangat. Terutama lebih rendah hati dan sabar. Mari berpantang dan berpuasa, bukan hanya pada makanan dan minuman saja, tetapi juga pada kesadaran bahwa manusia itu rapuh, ia bisa jatuh....


Wednesday, February 8, 2012

MENGENANG MU ...........


Saya KANGEN.....Saya kangen banget, saya kangen sama kamu, itu yang terjadi, itu yang sebenarnya sedang saya rasakan. Kamu hadir dalam hidup saya, membuat saya tertawa, membuat saya bahagia, membuat saya terus tersenyum, sekaligus membuat saya meneteskan air mata. Saya kangen!! Cuma itu yang mau saya sampaikan ke kamu, tapi tak mungkin saya sampaikan, tak mungkin saya ungkapkan, tak mungkin .....


Kamu adalah mimpi terindah yang pernah saya alami. Yaa, cuma itu cara saya menghibur diri saya, mengatasi rasa rindu ini. Kamu adalah salah satu hal terindah yang pernah hadir dalam hidup saya. Anugerah Tuhan yang patut saya syukuri sampai saat ini.

Waktu terasa berjalan singkat saat bersamamu, waktu terasa cepat berlalu, rasanya baru bertemu tapi sudah harus berakhir lagi. Kamu mungkin tak menyadarinya, kamu mungkin tak merasakannya, tapi kebersamaan bersamamu begitu berarti buat saya.....Sangat berarti....


Sekarang kamu di sana....bahagia....sedangkan saya di sini hanya bisa melihatmu bahagia, merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan dan menunggu saatnya saya juga bisa bahagia seperti kamu. Entah kenapa saya tak bisa hentikan airmata ini, saya tulus mau berkata, saya ikut bahagia buat kamu.

Kamu adalah mimpi indah saya yang harus berakhir, saya harus kembali pada kenyataan hidup bahwa kamu tidak lagi disisi saya saat ini. Tak bisa lagi melihat senyum manismu, tak bisa lagi tertawa bersamamu, tak ada lagi canda ria, tak bisa lagi menyentuhmu. Jika ada suatu kesempatan, ingin rasanya saya berlari padamu, memelukmu dengan erat seakan tak ingin dipisahkan lagi, dan bilang sama kamu: SAYA KANGEN!!!


Selamat tinggal saya ucapkan....Selamat tinggal buat kamu. Semoga kamu selalu bahagia seperti harapan saya. Saya telah melihatmu pergi, pergi menjauh dari saya menuju kepada jalan kebahagiaan kamu, saya relakan, saya ikhlaskan asal kamu sungguh bahagia. Tak usah khawatirkan saya, waktu yang pasti akan menyembuhkan saya. Sekarang saya akan bangun dari mimpi indah saya yang terasa panjang, semoga Tuhan membantu saya dan siapapun yang membaca blog ini, yang sedang merindukan seseorang di sana yang sangat kita sayangi. Semoga kita dikuatkan, diteguhkan dan semakin didewasakan.

Cinta dan sayang tidak berarti harus memiliki, dengan berdoa semoga yang terbaik yang terjadi pada kamu, saya harap kamu mengerti rasa kangen saya ke kamu. Kebahagiaanmu adalah udara segar bagi saya, kelegaan dan ketenangan bagi jiwa saya. Saya pernah mengira bahwa saya memilikimu, sampai akhirnya Penciptamu mengingatkan saya bahwa kamu hanya milik-Nya. Saya tidak pernah dan tidak akan pernah bisa memilikimu, saya hanya bisa meminjammu sesaat pada Sang Pencipta. Saya tidak mempunyai hak apapun atas kamu dan tidak bisa mengklaim pernah memilikimu. Maafkan saya atas keegoisan saya menginginkan kamu bagi saya. Kamu milik-Nya dan saya sangat bersyukur pernah dipinjamkan oleh Penciptamu untuk bersama kamu menjalani hari2 bahagia saya. Saya bersyukur mengenalmu. Saya ucapkan, TERIMAKASIH kamu pernah hadir mengisi hari2 saya, Terima Kasih untuk kebersamaan kita, Terima Kasih untuk segalanya. Berbahagialah kamu sekarang di sana. Saya akan tersenyum :)


Tuesday, January 10, 2012

Dilarang BERASUMSI!!!


Yup! Saya termasuk golongan kaum liberal, suka kebebasan (terutama dalam mengemukakan pendapat dan bertukar pikiran), ngga suka terlalu basa basi busuk, selalu mencoba terbuka dan jujur aja apa adanya. Kalo ngga suka ya bilang aja ngga suka, ngapain pura2 suka tapi lalu mengomel dibelakang. Ngapain juga pura2 baik, tapi dibelakang menjelek2an bahkan memfitnah orang lain. Cape deccchhhh......

Segala hal yang diawali dengan asumsi-asumsi yang tidak berdasar, pasti akan membawa kepada kesalahpahaman. Jangan menilai orang dari luarnya saja, kenali dulu hati, pikiran dan karakter seseorang sebelum menilai lebih lanjut tentang bagaimana kepribadian seseorang itu. Apa dengan menjadi seorang yang pendiam, itu membuktikan kamu orang yang paling benar? Atau apa dengan menjadi orang yang terlalu spontan itu membuat kamu dinilai sebagai biang gosip??? Hanya orang2 berpikiran sempit dan picik yang menilai orang hanya dari satu atau beberapa kali pertemuan.


Asumsi, selalu menimbulkan pemikiran2 yang terkadang menjadi terlampau aneh....Orang ngga ada apa2, kog dibilang ada perasaan? Orang cuma iseng, kog dianggep serius? Orang cuma mencoba bersikap natural, eh disangkanya berlebihan alias lebay?? Orang cuma mau memperluas pergaulan, eh disangkanya kecentilan kali yaaa?? Hahhh.....bener2 bikin cape tau, sama orang2 yang suka berasumsi itu! Coyyy, suka2 saya aja kali, selama saya tidak merugikan orang lain dan tidak merusak nama baik keluarga maupun mencoreng nama organisasi atau lingkungan sekitar saya serta bertentangan dengan ajaran Tuhan, saya rasa saya bebas berekspresi kan? Bebas bergaul dan bebas pula bersikap! Kalo kata Bon Jovi: IT'S MY LIFE!!! Ngga usah usil dan mencoba mengatur hidup orang lain, hidup sendiri aja belum tentu suci kan?

To the point aja lah jadi orang, ngomong aja terus terang, daripada bergunjing dan menimbulkan dosa. Daripada ngomong dibelakang dan menimbulkan kesalahpahaman dan merusak nama baik orang lain. Apa susahnya sih hidup dalam kejujuran dan keterusterangan saja? Ngga usah sok suci dengan alasan mau menjaga persahabatan, ngga usah sok benar dengan mengganggap bahwa kalo jujur itu akan merusak pertemanan karna kadang kejujuran itu memang menyakitkan. Dan terutama jangan menilai hanya berdasarkan asumsi semata!!!


Kalau kamu berkata jujur lalu kamu kehilangan teman atau seseorang yang kamu bilang sebagai "sahabat", itu artinya KAMU TIDAK PUNYA SAHABAT SEJATI. Saya dan sahabat saya selama ini selalu jujur kog, dan itu telah berlangsung selama bertahun2. Yes! It's you C-P-P!! I'm so glad that I have you, the very best friend, EVER!!! Setiap hari merupakan hari yang penuh berkat bagi saya, karena saya punya sahabat sejati seperti kamu. Kamu sahabat terbaik yang saya punya sampai saat ini. Tetaplah jujur dan selalu terbuka seperti sekarang, saling mengingatkan dan menegur saat ada sesuatu yang salah dari persahabatan kita. Saya bersyukur, karna cuma sama kamu saya dan persahabatan kita, BEBAS DARI ASUMSI!!! Agree???

Buat para teman2 baru saya: STOP BERASUMSI sama saya! Bilang aja apa adanya, jujur dan terbukalah, karna sampai saat ini, saya termasuk orang yang TERBUKA, apa adanya aja (dan semoga begitu untuk seterusnya). Ngga usah ngomongin saya dibelakang, saya sangat tidak suka hal2 yang seperti itu. Yahhh....kalo kamu tidak mampu berkata jujur sama saya, selamanya kamu hanya akan menjadi teman biasa saja dan maaf, maaf saja ya, jangan merasa tersinggung kalau saya tiba2 sedikit menjaga jarak ataupun menjauh or bersikap berbeda sama kamu, karna saya kurang cocok dengan orang2 yang suka berasumsi seperti itu (Note: Ini bukan ancaman kog, santai sajaaaa.....hahaha. Hanya sebagai pengetahuan aja).


Saya menulis semua ini, bukan untuk mencari musuh atau menyindir seseorang, tapi buat siapa saja yang baca blog ini (baik kenal saya dengan baik maupun tidak), alangkah baiknya apabila mulai sekarang marilah kita menjadi pribadi2 yang terbuka, saling jujur dan saling menghargai satu dengan yang lain, karena kejujuran itu sangat mahal harganya, tak dapat tergantikan oleh apapun di dunia ini. Ingatlah, "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya" (Amsal 11:3).




Tuesday, January 3, 2012

Antara Cinta dan Logika #Part 2#

Saya tidak menyangka akan menulis bagian kedua dari judul yang sama ini. Judulnya "SESUATU BANGET" sih, jadi susah cari judul lain dech. Hehehe.Yah, walaupun judulnya sama, isinya tentunya tidak akan sama donk.... Kali ini, isinya mau membahas sebuah sms yang masuk ke handphone saya beberapa hari yang lalu. Bunyi smsnya begini: "Perasaan cinta tuh harus sejalan dengan kata hati kita, karena kalau selalu percaya sama pikiran nantinya akan bertindak secara logika, dan logika tidak selalu membawa kebahagiaan. Jadi let it flows aja.."

Kalimat itu begitu berkesan banget bagi saya. Soalnya saya tidak pernah menyangka kalimat itu keluar dari seseorang yang.....yaahhhh.....gitu dech....kalau saya bongkar ciri2nya disini mungkin beberapa orang ada yang mengenalnya dengan baik. Pokonya, ngga bakalan nyangka dech, kalau tau siapa orangnya. Hehehe. Saya sampe speechless, shock, bengong, terpesona, terperangah dan segala sesuatu yang definisinya serupa itu.... Saking terpesonanya, sampe saya jadiin status di Facebook saya dan mendapat respon2 yang menarik. Sms itu datang dari seseorang yang mencintai pasangannya, namum tiba2 timbul suatu perasaan ragu di hatinya. Ragu karena apa? Yah, biarkan yang bersangkutan saja yang mengerti. Saya cukup mendengarkan saja. Perasaan itu muncul dan membuatnya galau selama berhari2. Tak bisa tidur, lebih pendiam, lebih banyak berpikir, sampe2 pikirannya berakhir disuatu malam dimana dia bilang ingin menyendiri dan diam dalam kesunyian. Nahhh....dari situlah kayanya dia kesambet setan romantis sehingga dapet wangsit kalimat yang super shocking itu....Hahahaha.

Buat kamu, yang nulis kalimat itu di sms, ini pendapat saya buat kamu. Cinta dan Logika memang sering bertentangan. Namun keduanya adalah dua hal yang saling melengkapi bagaikan dua sisi mata uang. Kamu tidak bisa meneruskan suatu hubungan yang hanya dilandasi cinta saja. Kadang cinta membuat mata kamu gelap, buta dan kehilangan akal sehat untuk menilai dan melihat keseluruhan cerita cinta kamu dimasa yang akan datang. Syukur2 kalo berakhir bahagia, namun kalo ternyata rasa cinta yang membutakan itu malahan membawa ketidakbahagiaan, bagaimana? Memang tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan masa depan secara pasti, namun satu yang harus kamu ingat bahwa jika kamu sudah memilihnya untuk menghabiskan sisa hidupmu bersamanya, kamu akan SELAMANYA bersama dirinya, tidak boleh ada kata penyesalan! Tidak bisa melihat kebelakang dan mengubah masa lalu atau mengganti pilihan kamu. 

Sebaliknya, cinta yang dilandasi dengan logika saja, pada akhirnya akan kehilangan esensi dan nilai dari rasa cinta itu sendiri. Cinta yang dilandasi logika, lama2 akan terasa hambar dan tidak lagi mampu menciptakan suatu harmoni yang indah dalam hidup kamu. Lalu lambat laun cinta yang semakin terasa hambar itu membuat hidup menjadi terasa semakin membosankan.

Cinta dan Logika harus berjalan beriringan, harus seimbang antara yang satu dengan yang lain. Keseimbangan itulah yang membuat hidup terasa berbeda, selalu baru dan menyenangkan. Keseimbangan juga akan memberikan jiwa yang berbeda terhadap suatu pilihan. Terpeleset sedikit, bisa fatal akibatnya. Ingat bahwa setiap keputusan pasti ada resikonya! Let it flows, follow your heart, your heart never tells lies!!! Cobalah untuk berdoa, karena dalam doa ada jawaban dari setiap pertanyaan. Berdoa kan tidak harus duduk manis atau berlutut dengan khusyuk saja (saya juga diberitahu seseorang, hehehe), berdoalah saat kamu sedang bengong, atau sambil menyetir mobil, atau berjalan2 sendirian. Doa bisa kapan dan dimana saja kog. Dibawa dalam doa saja ya. Semoga kegalauan bisa segera diatasi, semoga segala kegalauan itu bisa segera selesai, karena saya tau, tidak enak rasanya beraktivitas dalam keadaan galau itu. TETAP SEMANGATTTT!!!! KEEP SMILING!!!


Sebagai penutup, ini salah satu ayat favorit saya buat kamu: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat 11: 28). Ingat, cinta itu manis dan indah, tapi jangan sampai kita dibutakan oleh cinta itu sendiri....(hehehe, asa pernah denger ya kalimat yang ini?? :p). Cinta harus mampu memadukan antara logika dan hati, semua yang seimbang pasti nanti akan berbuah manis, tetaplah terbuka untuk semua yang ada disekeliling kita, tetaplah membuka hati dan pikiran sehingga kita mampu menjadi orang yang lebih baik lagi, dan lebih dewasa tentunya :D

Sunday, December 25, 2011

Antara Cinta dan Logika :D

Topik cinta lagi nihhh....hehehehe. Memang selalu menarik membahas soal cinta. Pengalaman hidup setiap manusia dalam hal cinta selalu unik dan bervariasi. Cinta, sebuah kata dengan berjuta definisi, berbagai cerita dan semuanya selalu menarik untuk dikupas.

Antara cinta dan logika, kadang bisa berjalan bersama, beriringan, tetapi tidak jarang juga keduanya saling bertentangan. Saat hati merasa, logika menentang; saat hati berbicara, logika menyangkal, dan semua itu hanya terjadi saat kita bicara soal cinta.


Pada waktu2 lalu, orang percaya bahwa tak ada persahabatan murni antara pria dan wanita. tapi pada masa sekarang, banyak juga ternyata persahabatan antara pria dan wanita. Persahabatan itu bisa murni "hanya" bersahabat, atau bisa pula karena tuntutan rasa nyaman semata. Rasa nyaman saat bersamanya, rasa nyaman karena tak ingin berpisah darinya, rasa nyaman saat bisa selalu melihatnya tersenyum dan tetap bisa berdekatan. Saat 2 orang bersahabat, ada suatu ikatan ajaib yang menyatukan mereka, saat keduanya bisa saling memandang, saling mengisi hari2nya yang sedang kesepian, saat bisa tertawa bersama, saat bisa saling bertukar cerita, membuat kenangan2 indah bersama.

Saat itulah, persahabatan bisa berubah menjadi tidak murni lagi. Saat itulah, mungkin ada sedikit rasa yang berbeda. Tetapi lalu logika pun angkat bicara. Logika mulai menunjukkan halangan2nya, logika memperlihatkan segala ketidakmungkinannya, logika menganalisa dampaknya di masa depan. Akh, kembali bertentangan antara cinta dan logika.


Mana yang paling penting, itu yang akan kemudian menjadi pilihan. Mempertahankan persahabatan demi cinta dan terus memendamnya, atau mencoba mengungkapkan perasaan dengan resiko kerenggangan hubungan persahabatan? Bingung, galau, gundah, kesel, cemburu, cinta yang bertepuk sebelah tangan, dan semua rasa tiba2 muncul secara bersamaan di suatu waktu yang sama.

Ingin rasanya terus memandang wajahnya, matanya yang indah, melihat senyumnya yang manis, tertawa bersamanya, bercanda, berdua, saling memberikan perhatian, menantikan sms darinya, atau bertanya2, kapan ya, kita bisa ketemu lagi? Pengennya sih tiap hari ketemu, soalnya rasanya tiap hari itu kangen kalo ngga ketemu....Tapi, mungkinkah?? Kalo kata Armada: "Mau dibawa kemana hubungan kita?" Hahahaha.

Orang bilang, cinta itu butuh pengorbanan, tapi apa kita juga harus mengorbankan perasaan kita dan memenangkan logika kita? Pilihan yang sulit yaaa.....Segala ketakutan muncul, segala ketidakmungkinan langsung terlintas di pikiran, mencoba menyangkal malah semakin membuat hati tak enak. Lalu bagaimana solusinya???

Berdoa! Yup! Saat ini yang bisa kamu lakukan kalo lagi ngalamin hal ini, mungkin hanya berdoa kali ya? Berdoa semoga Tuhan yang akan menunjukan jalan yang terbaik bagi setiap asa yang terpendam ini. Berdoa agar dapat memilih prioritas mana yang sebaiknya diambil. Sebuah rasa yang terpendam, juga menimbulkan sakit yang terpendam, saat melihatnya berduaan dengan yang lain, cemburu mendengarnya berkata2 manis dengan yang lain, tersiksa saat tak ada kabar berita darinya, namun semuanya tak terungkap. Aakkhhh, Cinta dan Logika.....bikin pikiran tak tenang, hati gundah gulana, bikin mood tidak menentu.....Semoga semua ini segera berlalu........

Merry Christmas buat semua umat Kristiani yang hari ini merayakan kehadiran Tuhan Yesus, Sang Putra yang menjadi manusia, semoga tema cinta kali ini, tidak mengganggu sukacita Natal yang kamu rasakan saat ini yaaa.... God bless you all....

Friday, December 16, 2011

Melow - Galaow : Saat Semuanya Harus Berakhir :(

Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Wah, temanya kali ini bener2 melow dan galau nih sepertinya:)
Selalu ada yang hilang rasanya saat harus mengalami perpisahan, baik itu perpisahan untuk selamanya ataupun perpisahan sementara yang suatu saat nanti akan bisa bertemu kembali. Kalau kata Anang sih: 'Separuh jiwaku pergi', hehehe....lebayyyy.....


Tapi itulah kehidupan, kadang kita kurang menyadari arti pentingnya sesuatu atau seseorang saat kita sedang mengalaminya atau bersamanya. Lalu saat perpisahan itu tiba, barulah kita menyadari bahwa kebersamaan, waktu dan perasaan saling memiliki, memang tidak akan pernah dapat tergantikan oleh apapun juga.

Pertemuan selalu unik, seorang teman, bisa menjadi sahabat saat saya dipertemukan dengan sahabat saya itu oleh orang lain, saat saya sendiri tidak ingat bagaimana atau sejak kapan kami mulai menjadi dekat dan bersahabat. Yang lain lagi menjadi dekat, saat mengalami "penindasan" yang sama di tempat kerja. Senasib sepenanggungan ceritanya. Menangis dan tertawa bersama. Pertemuan lain lagi, diawali dari kegiatan2 bersama. Bahkan saat jabatan tangan sebagai tanda perkenalan tidak pernah terjadi, entah bagaimana pertemuan itu menjadi saat2 indah kebersamaan. Kalo kata Syahrini, pertemuan itu selalu menjadi: 'SESUATU BANGET' gitu :p

Perpisahan sebaliknya, caranya mungkin tetap unik, tapi perasaan kehilangannya itu selalu sama. Momen2 kebersamaan dan canda tawa tidak lagi terjadi seintens sebelumnya. Saat2 berbagi, saling menyemangati dan saling mendukung tidak akan pernah sama lagi.


Galau..galau..galau..kalau kata 7icons: 'Ga, Ga, Ga Kuat', ga kuat sama galaunya nih. Saat ini saya lagi galau karena baru mengalami momen perpisahan sementara. Intensitas pertemuan yang akan semakin berkurang, kekompakan yang telah terlanjur terjalin, kebersamaan, canda tawa, kegokilan dan semua 'tingkah laku tak senonoh' lainnya harus berakhir, membuat malam ini terasa sepiiiii (ya iyalah udah malem, hehehe).

Rasanya pengen banget menghilangkan rasa galau dan melow ini. Tapi itu selalu sulit dilakukan saat saya sedang mengalaminya seperti saat ini. Satu2nya kunci yang bisa membuat perasaan galau dan melow tidak menjadi batu sandungan adalah sejak awal menyadari dan mensyukuri apa yang sedang dialami.

Saat perpisahan harus terjadi, saya selalu teringat pada sebuah kalimat sederhana: THESE TOO, WILL PASS....ya, apapun yang kita alami, baik itu kebahagiaan, kesedihan, kebersamaan, perpisahan, penderitaan, sukacita, pada akhirnya hanya akan menjadi kenangan, karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Selalu dan selamanya kenangan itu harus dijaga, bukan untuk selalu menatap masa lalu, tapi untuk belajar dan menjadi pedoman menuju hari esok yang pasti akan jauh lebih indah....

Tapi untuk saat ini....saya mau melanjutkan kegalauan ini dulu aja akhhh....menikmatiiii :)